PENGAMATAN STRUKTUR SEL
A. Tujuan
Mengamati
berbagai macam struktur sel
B. Landasan Teori
B. Landasan Teori
Organisme seluler adalah susunan
bagian-bagian tubuh yang berupa kumpulan sel. Orang yang pertama kali
mengemukakan adanya sel adalah Robeert Hooke (1655) yang melakukan
pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Dia melihat
ruang-ruang kecil yang disebut sel. Sehingga Robert Brown mengemukakan
bahwa sel merupakan suatu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang
didalamnya terdapat cairan (protoplasma).
Sel merupakan unit terkecil dari
makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan. Secara struktual, tubuh
makhluk hidup tersusun atas sel-sel sehingga sel disebut susunan struktual.
Secara fungsional , tubuh makhluk hidup dapat menyelenggarakan gerakan
kehidupan jika sel penyusunnya itu berfungsi.
Berdasarkan strukturnya sel
dibagi menjadi 2, yaitu prakariotik dan eukariotik. Perbedaan pokok antara sel
prakariotik dan eukariotik adalah, sel eukariotik memiliki mambran inti,
sedangkan sel prakariotik tidak. Selain itu, sel eukariotik memiliki sistem
endomembran seperti retikulum endoplasma, kompleks golgi, mitokondria dan
lisosom. Sel eukariotik memiliki sentiol, sedangkan sel prakariotik tidak.
Sel ada yang sel hidup dan sel
mati. Sel hidup adalah sel yang masih melakukan aktifitas didalamnya. Sedangkan
sel mati adalah sel yang didalamnya tidak ada tanda-tanda adanya aktifitas.
C. Alat dan Bahan
1.
Mikroskop
2.
Objek glass dan deg glass
3.
Cutter
4.
Gabus dari batang singkong
5.
Bawang merah
6.
Daun Rhoe
discolor
7.
Batang tanaman dikotil (pacar air)
D. Langkah Kerja
1.
Pengamatan gabus :
a.
Menyiapkan gabus singkong.
b.
Menyayat gabus secara melintang setipis mungkin
kemudian pilih sayatan yang paling tipis.
c.
Meletakkan sayatan tersebut ditengah objek
glass, kemudian tutup dengan deg glass.
d.
Mengamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 4
x 10 (sesuai yang diinginkan).
e.
Menggambar penampang gabus dan memberi
keterangan.
2. Pengamatan
Bawang Merah
a.
Menyiapkan bawang merah
b.
Melepaskan lapisan siung bawang merah bagian
terluar dan patahkan menjadi dua. Ambil selaput tipis (epidermis) yang berwarna
ungu.
c.
Meletakkan epidermis bawang merah pada objek
glass, kemudian tutup dengan deg glass.
d.
Mengamati menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 4x10 (sesuai yang diinginkan).
e.
Menggambar penampang epidermis bawang merah dan
memberinya keterangan.
3. Pengamatan Epidermis Daun Rhoe discolor
a.
Menyiapkan dau Rhoe discolor.
b.
Mematahkan daun menjadi dua bagian. Ambil
selaput tipis yang berwarna ungu.
c.
Meletakkannya pada objek glass, kemudian tutup
dengan deg glass.
d.
Mengamatinya menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 10x10 (sesuai yang diinginkan).
e.
Menggambar penampang epidermis daun Rhoe discolor dan memberinya keterangan.
4. Pengamatan Daun Monokotil (Rhoe discolor)
a.
Menyiapkan daun Rhoe discolor.
b.
Potong melintang daun Rhoe discolor.
c.
Meletakkan potongan melintang tersebut pada
objek glass, kemudian tutup dengan deg glass.
d.
Mengamati menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 4x10 (sesuai yang diinginkan)
e.
Menggambar penampang potongan melintang daun Rhoe discolor dan memberi keterangan.
5. Pengamatan Batang tanaman Dikotil (Pacar air)
a.
Menyiapkan batang tanaman pacar air.
b.
Memotong melintang batang tanaman pacar air
setipis mungkin.
c.
Meletakkan potongan tersebut pada objek glass,
kemudian tutup dengan deg glass.
d.
Mengamati menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 4x10 (sesuai yang diinginkan).
e.
Menggambar penampang potongan melintang tanaman
pacar air dan beri keterangan.
E. Hasil Pengamatan
1. Pengamatan gabus
Dari hasil
pengamatan sel gabus yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :
2. Pengamatan Epidermis Bawang Merah
Dari hasil
pengamatan sel epidermis bawang merah yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :
3. Pengamatan Epidermis Daun Rhoe discolor
Dari hasil
pengamatan sel Epidermis Daun Rhoe discolor yang diamati dibawah
mikroskop, sebagai berikut :
4. Pengamatan potongan melintang daun monokotil (Rhoe discolor)
Dari hasil
pengamatan sel daun monokotil (Rhoe
discolor) yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :
5. Pengamatan batang tanaman dikotil (pacar air)
Dari
hasil pengamatan sel batang tanaman dikotil (pacar air)
yang diamati
dibawah mikroskop, sebagai berikut :
F. Pembahasan
Satuan
terkecil dalam tumbuhan adalah sel. Sel dibagi menjadi dua, yaitu sel hidup dan sel mati. Dalam percobaan kali ini
yang mewakili sel hidup adalah epidermis bawang merah, epidermis Rhoe
discolor, daun monokotil, dan batang tanaman dikotil. Sedangkan gabus umbi kayu mewakili dari sel
mati. Oleh karena itu, kami tidak menemukan inti sel pada pengamatan gabus.
Perbedaan
antara sel hidup dan sel mati terletak pada struktur dan aktifitas dari masing-masing sel tersebut. Dalam
setiap sel hidup berlangsung proses metabilosme.
Di
dalam pengamatan, kita bisa melihat struktur-struktur sel, seperti, dinding
srl, inti sel, stomata, sitoplasma
dan plastida. Dinding sel tersusun atas plastida. Dinding sel berperan dalam turgiditas sel.
Jika tidak ada dinding sel maka sel-sel tumbuhan mengepis dan bentuk sel berubauh-ubah. Protoplasma,
yaitu cairan yang terdapat pada sel. Cairan yang
terdapat diluar sel disebut sitoplasma, sedangkan nukleoplasma, cairan yang
terdapat dalam inti sel.
Plastida,
yaitu pigmen warna pada sel. Dalam oengamatan ita dapat menemukan plastida saat mengamati potongan
melintang dau Rhoe discolor dan
bawang merah. Sel tumbuhan memiliki
plastida yang berfungsi sebagai pembentuk klorofil, sedangkan hewan tidak.
G. Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan
dapat disimpulkan bahwa sel tumbuhan memiliki dinding sel, inti sel, stomata, plastida dan protoplasma. Pada sel
hidup struktur-struktur sel tersebut berfungsi
untuk proses metabolisme. Sedangkan pada sel mati tidak ditemukan inti sel dan protoplasma.
