Senin, 17 September 2012


Mengenal Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
         A.                        Tujuan :
 Siswa dapat mengetahui reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dengan melakukan percobaan.

          B.                        Alat dan Bahan
Alat :
                                          1. Tabung reaksi                    : 6 buah
                                          2. Rak tabung reaksi           
                                          3. Termometer                      : 1 buah
                                          4. Beker gelas                       : 1 buah
Bahan :
                                          1.  Serbuk NaOH
                                          2. Pupuk Urea
                                          3. Batu kapur
                                          4. Larutan Hcl
                                          5. Logam magnesium
                                          6. Akuades

           C.              Landasan Teori

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor, sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Oleh sebab itu pada reaksi eksoterm kalor mengalir dari sistem ke lingkungan, dan pada reaksi endoterm kalor yang mengalir dari lingkungan ke sistem.
Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi, maka entalpi sistem bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR). Akibatnya, perubahan entalpi (ΔH), yaitu selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp – HR) bertanda positif. Dan dapat disimpulkan dengan rumus : ΔH = Hp – HR > 0.
Sebaliknya, pada reaksi eksoterm, sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Maka, perubahan entalpinya bertanda negatif. Dan dapat disimpulkan dengan rumus : ΔH = Hp- HR < 0.

         D.                        Prosedur Kerja

                       1. Mengambil tabung reaksi dan memasukkan 3 gram serbuk NaOH.
                       2. Mengukur suhunya dengan termometer.
                       3. Menambahkan 10ml akuades kemudian mengukur suhunya.
                       4. Melakukan hal yang sama untuk pupuk urea, batu dan kapur, dan serbuk.
                       5. Mencatat hasil pengamatan yang kami peroleh.

            E.                        Data Pengamatan

No
Zat
Suhu Awal
Suhu Akhir
1
NaOH dan akuades
35
57
2
Pupuk urea dan akuades
30
19
3
            Batu kapur dan akuades  
33
32
4
Logam magnesium dan Hcl
31
35

            F.                        Pembahasan

                Di dalam percobaan kami menemukan 2 buah zat yang sifatnya berbeda, yaitu eksoterm dan endoterm. Yang bersifat eksoterm yaitu pada pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades. Sedangkan yang bersifat endoterm yaitu pada NaOH yang ditambahkan dengan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan dengan Hcl.
                Pupuk urea yang ditambahkan akuades bersifat eksoterm karena dalam percobaan terlihat bahwa zat tersebut sistem melepas kalor yang mengakibatkan suhu akhir menjadi 19 yang pada mulanya bersuhu 30. Sama halnya dengan pupuk urea dan akuades, dalam percobaan batu kapur yang ditambahkan dengan akuades zat mengalami pelepasan suhu dari suhu 33 menjadi 32. Artinya, kedua zat tersebut mengalami penurunan zat dari suhu awal ke suhu akhir dan dapat dikatakan entalpi sistem berkurang atau entalpi produk (HP) lebih kecil daripada entalpi pereaksi (HR).
                Pada NaOH yang ditambahkan dengan akuades bersifat endoterm karena zat tersebut sistem menyerap energi, sehingga menimbulkan suhu yang mulanya 35 naik menjadi 57. Dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl juga mengalami endoterem, mengakibatkan suhu yang mulanya 31 menjadi 35. Dalam kejadian tersebut, dikatakan entalpi sistem bertambah atau entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR).

         G.                        Kesimpulan

                Zat yang mengalami eksoterm yaitu pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades. Pada zat tersebut sistem melepaskan kalor (entalpi berkurang) maka suhu akhir menjadi turun.
                Zat mengalami endoterm yaitu NaOH yang ditambahkan dengan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl. Pada zat tersebut sistem meyerap kalor (entalpi bertambah) maka suhu akhir menjadi naik.

         H.                        Responsi
                       1.     Zat manakah yang mengalami kenaikan atau penurunan suhu?
   Jawab : 
                                                        a. Kenaikan : NaOH yang ditambahkan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl
                                                        b. Penurunan : pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades
                       2.     Zat mana yang termasuk reaksi eksoterm?
Jawab : pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades.
                       3.     Zat mana yang termasuk reaksi endoterm?
Jawab : NaOH yang ditambahkan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl.
                       4.     Tuliskan rumus kimia masing-masing zat yang digunakan dalam percobaan ini!
Jawab  :
                                                          a.   NaOH                                        : Natrium hidroksida
                                                          b.   Pupuk urea                             : CO (NH2)2
                                                           c.   Batu kapur                              : CaCO3
                                                          d.   Hcl                                                              : asam klorida
                                                          e.   Logam magnesium              : Mg
                                                           f.   Akuades                                  : air
                     5.       Buatlah kesimpulan untuk membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm!
Jawab : reaksi eksoterm yaitu reaksi yang melepas kalor, sehingga suhu menjadi turun. Sedangkan reaksi endoterm yaitu reaksi menyerap kalor, sehingga suhu menjadi naik.

I.       Dokumentasi







J.       Daftar pustaka
          Purba, Michael. Kurikulum 2004. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.