Mengenal Reaksi
Eksoterm dan Reaksi Endoterm
A.
Tujuan :
Siswa dapat mengetahui reaksi eksoterm dan
reaksi endoterm dengan melakukan percobaan.
B.
Alat dan Bahan
Alat :
1. Tabung
reaksi : 6 buah
2. Rak
tabung reaksi
3. Termometer : 1 buah
4. Beker
gelas : 1 buah
Bahan :
1. Serbuk NaOH
2. Pupuk
Urea
3. Batu
kapur
4. Larutan
Hcl
5. Logam
magnesium
6. Akuades
C.
Landasan Teori
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang
membebaskan kalor, sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor.
Oleh sebab itu pada reaksi eksoterm kalor mengalir dari sistem ke lingkungan,
dan pada reaksi endoterm kalor yang mengalir dari lingkungan ke sistem.
Pada reaksi endoterm, sistem menyerap
energi, maka entalpi sistem bertambah. Artinya entalpi produk (Hp)
lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR). Akibatnya, perubahan
entalpi (ΔH), yaitu selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp
– HR) bertanda positif. Dan dapat disimpulkan dengan rumus : ΔH = Hp
– HR > 0.
Sebaliknya, pada reaksi eksoterm,
sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya
entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Maka, perubahan
entalpinya bertanda negatif. Dan dapat disimpulkan dengan rumus : ΔH = Hp-
HR < 0.
D.
Prosedur Kerja
1. Mengambil tabung reaksi dan memasukkan 3 gram
serbuk NaOH.
2. Mengukur suhunya dengan termometer.
3. Menambahkan 10ml akuades kemudian mengukur
suhunya.
4. Melakukan hal yang sama untuk pupuk urea,
batu dan kapur, dan serbuk.
5. Mencatat hasil pengamatan yang kami peroleh.
E.
Data Pengamatan
|
No
|
Zat
|
Suhu Awal
|
Suhu Akhir
|
|
1
|
NaOH dan akuades
|
35
|
57
|
|
2
|
Pupuk urea dan akuades
|
30
|
19
|
|
3
|
Batu kapur dan akuades
|
33
|
32
|
|
4
|
Logam magnesium dan Hcl
|
31
|
35
|
F.
Pembahasan
Di dalam percobaan kami
menemukan 2 buah zat yang sifatnya berbeda, yaitu eksoterm dan endoterm. Yang bersifat
eksoterm yaitu pada pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang
ditambahkan akuades. Sedangkan yang bersifat endoterm yaitu pada NaOH yang
ditambahkan dengan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan dengan Hcl.
Pupuk urea yang ditambahkan
akuades bersifat eksoterm karena dalam percobaan terlihat bahwa zat tersebut
sistem melepas kalor yang mengakibatkan suhu akhir menjadi 19 yang pada mulanya
bersuhu 30. Sama halnya dengan pupuk urea dan akuades, dalam percobaan batu
kapur yang ditambahkan dengan akuades zat mengalami pelepasan suhu dari suhu 33
menjadi 32. Artinya, kedua zat tersebut mengalami penurunan zat dari suhu awal
ke suhu akhir dan dapat dikatakan entalpi sistem berkurang atau entalpi produk
(HP) lebih kecil daripada entalpi pereaksi (HR).
Pada NaOH yang ditambahkan
dengan akuades bersifat endoterm karena zat tersebut sistem menyerap energi,
sehingga menimbulkan suhu yang mulanya 35 naik menjadi 57. Dan logam magnesium
yang ditambahkan Hcl juga mengalami endoterem, mengakibatkan suhu yang mulanya
31 menjadi 35. Dalam kejadian tersebut, dikatakan entalpi sistem bertambah atau
entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR).
G.
Kesimpulan
Zat yang mengalami eksoterm
yaitu pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan
akuades. Pada zat tersebut sistem melepaskan kalor (entalpi berkurang) maka
suhu akhir menjadi turun.
Zat mengalami endoterm yaitu
NaOH yang ditambahkan dengan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl.
Pada zat tersebut sistem meyerap kalor (entalpi bertambah) maka suhu akhir
menjadi naik.
H.
Responsi
1. Zat
manakah yang mengalami kenaikan atau penurunan suhu?
Jawab :
a. Kenaikan : NaOH yang ditambahkan akuades dan
logam magnesium yang ditambahkan Hcl
b. Penurunan : pupuk urea yang ditambahkan
akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades
2. Zat
mana yang termasuk reaksi eksoterm?
Jawab : pupuk urea yang ditambahkan akuades dan
batu kapur yang ditambahkan akuades.
3. Zat
mana yang termasuk reaksi endoterm?
Jawab : NaOH yang ditambahkan akuades dan logam
magnesium yang ditambahkan Hcl.
4. Tuliskan
rumus kimia masing-masing zat yang digunakan dalam percobaan ini!
Jawab
:
a. NaOH
:
Natrium hidroksida
b. Pupuk
urea : CO (NH2)2
c. Batu
kapur : CaCO3
d. Hcl :
asam klorida
e. Logam
magnesium : Mg
f. Akuades : air
5.
Buatlah kesimpulan untuk membedakan reaksi
eksoterm dan reaksi endoterm!
Jawab : reaksi eksoterm yaitu reaksi yang
melepas kalor, sehingga suhu menjadi turun. Sedangkan reaksi endoterm yaitu
reaksi menyerap kalor, sehingga suhu menjadi naik.
I. Dokumentasi
J. Daftar
pustaka
Purba,
Michael. Kurikulum 2004. Kimia Untuk SMA
Kelas XI. Jakarta : Erlangga.