Apa Yang Dimaksud Dengan Firewall?
Firewall adalah
sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang
dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak
aman. Umumnya, sebuah firewall diiplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi,
yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan
lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa
saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini,
istilahfirewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur
komunikasi antar dua jaringan yang berbeda.
Manfaat Firewall :
1. Menjaga informasi rahasia dan
berharga yang menyelinap keluar tanpa sepengetahuan. Sebagai contoh,
FTP (File Transfer Protocol) lalu lintas dari jaringan komputer organisasi
dikendalikan oleh fire-wall. Hal ini dilakukan untuk mencegah pengguna di
jaringan mengirim file rahasia yang disengaja atau tidak sengaja kepada pihak
lain.
2. Sebagai filter juga digunakan
untuk mencegah lalu lintas tertentu mengalir ke subnet
jaringan. Hal ini mencegah pengguna berbagi file, dan bermain-main di
jaringan.Aplikasi jenis ini berguna terutama dalam sektor korporasi.
3. Manfaat
firewall lainnya
adalah untuk memodifikasi paket data yang datang di
fire-wall. Proses ini disebut Network Address Translation
(NAT). Ada jenis NAT disebut NAT dasar, di mana alamat IP (Internet
Protocol) pribadi dari jaringan komputer yang tersembunyi di balik satu alamat
IP tertentu. Proses ini disebut sebagai IP samaran. Hal ini membantu
pengguna dalam sebuah jaringan yang meliputi sistem tanpa nomor IP publik yang
beralamat, untuk mengakses Internet.
4. Akurasi data seperti informasi
keuangan, spesifikasi produk, harga produk dll, sangat penting bagi setiap
perkembangan bisnis. Jika informasi tersebut diubah oleh sumber eksternal,
maka akan memberikan dampak merugikan. Manfaat
Firewall disini adalah mencegah modifikasi data yang tidak sah
di website.
Cara
Kerja Firewall :
Firewall pada dasarnya merupakan penghalang
antara komputer Anda (atau jaringan) dan Internet (luar dunia). Firewall bisa
hanya dibandingkan dengan seorang penjaga keamanan yang berdiri di pintu masuk
rumah Anda dan menyaring pengunjung yang datang ke tempat AndaDia mungkin
mengizinkan beberapa pengunjung untuk masuk sementara menyangkal orang lain
yang ia tersangka penyusup yang. Demikian pula firewall adalah sebuah program
perangkat lunak atau perangkat keras yang menyaring informasi (paket) yang
datang melalui internet ke komputer pribadi Anda atau jaringan komputer.
Firewall dapat memutuskan untuk mengizinkan
atau memblokir lalu lintas jaringan antara perangkat berdasarkan aturan yang
pra-dikonfigurasi atau ditentukan oleh administrator firewall. Kebanyakan
personal firewall seperti firewall Windows beroperasi pada seperangkat aturan
pra-konfigurasi yang paling cocok dalam keadaan normal sehingga pengguna tidak
perlu khawatir banyak tentang konfigurasi firewall.
Jenis-Jenis Firewall :
1.
Packet Filtering Gateway
Packet filtering
gateway dapat diartikan sebagai firewall yang bertugas melakukan filterisasi
terhadap paket-paket yang datang dari luar jarigan yang dilindunginya.
Filterirasi paket ini hanya terbatas pada sumber paket, tujuan paket, dan
atribut-atribut dari paket tersebut, misalnya paket tersebut bertujuan ke
server kita yang menggunakan alamat IP 202.51.226.35 dengan port 80. Port 80
adalah atribut yang dimiliki oleh paket tersebut. Seperti yang terlihat pada
gambar 11.4, firewall tersebut akan melewatkan paket dengan tujuan ke Web
Server yang menggunakan port 80 dan menolak paket yang menuju Web Server dengan
port 23.
Bila kita lihat dari
sisi arsitektur TCP/IP, firewall ini akan bekerja pada layer internet. Firewall
ini biasanya merupakan bagian dari sebuah router firewall. Software yang dapat
digunakan untuk implementasi packet filtering diantaranya adalah iptables dan
ipfw.
Gambar 1. Gambar hubungan kerja firewall dengan susunan lapisan model referensi TCP/IP pada Packet Filtering Gateway
2.
Application Layer Gateway
Model firewall ini
juga dapat disebut Proxy Firewall. Mekanismenya tidak hanya berdasarkan
sumber,Mekanisme lainnya yang terjadi adalah paket tersebut tidak akan secara
langsung sampai ke server tujuan, akan tetapi hanya sampai firewall saja. Selebihnya
firewall ini akan membuka koneksi baru ke server tujuan dan atribut paket, tapi
bisa mencapai isi (content) paket tersebut. tujuan setelah paket tersebut
diperiksa berdasarkan aturan yang berlaku. Bila kita melihat dari sisi layer
TCP/IP, firewall jenis ini akan melakukan filterisasi pada layer aplikasi
(Application Layer).
Gambar 2. Gambar hubungan kerja firewall dengan susunan lapisan model referensi TCP/IP pada Application Layer Gateway
3.
Circuit Level Gateway
Model firewall circuit
level gateway ini bekerja pada bagian Lapisan Transport model referensi TCP/IP.
Firewall ini akan melakukan pengawasan terhadap awal hubungan TCP yang biasa disebut
sebagai TCP Handshaking, yaitu proses untuk menentukan apakah sesi hubungan
tersebut diperbolehkan atau tidak. Bentuknya hampir sama dengan Application
Layer Gateway, hanya saja bagian yang difilter terdapat ada lapisan yang
berbeda, yaitu berada pada layer Transport.
Gambar 3. Gambar hubungan kerja firewall dengan susunan lapisan model referensi TCP/IP pada Circuit Level Gateway
4.
Statefull Multilayer Inspection Firewall
Model firewall ini
merupakan penggabungan dari ketiga firewall sebelumnya. Firewall jenis ini akan
bekerja pada lapisan Aplikasi, Transport dan Internet. Dengan penggabungan
ketiga model firewall yaitu Packet Filtering Gateway, Application Layer Gateway
dan Circuit Level Gateway, mungkin dapat dikatakan firewall jenis ini merupakan
firewall yang,memberikan fitur terbanyak dan memberikan tingkat keamanan yang
paling tinggi.
Gambar 4. Gambar hubungan kerja firewall dengan susunan lapisan model referensi TCP/IP pada Statefull Multilayer Inspection Firewall
IPS (Intrusion Prevention System)
Intrusion
Prevention System (IPS) adalah sebuah aplikasi yang bekerja untuk monitoring
traffic jaringan, mendeteksi aktivitas yang mencurigakan, dan melakukan
pencegahan dini terhadap intrusi atau kejadian yang dapat membuat jaringan
menjadi berjalan tidak seperti sebagaimana mestinya. Bisa jadi karena adanya serangan
dari luar, dan sebagainya.
Produk
IPS sendiri dapat berupa perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak
(software).Secara umum, ada dua jenis IPS, yaitu Host-based Intrusion
Prevention System (HIPS) dan Network-based Intrusion Prevention System (NIPS).
1. Host-based Intrusion Prevention
System (HIPS)
Host-based Intrusion Prevention
System (HIPS) adalah sama seperti halnya Host-based Intrusion Detection System
(HIDS). Program agent HIPS diinstall secara langsung di sistem yang diproteksi
untuk dimonitor aktifitas sistem internalnya. HIPS di binding dengan kernel
sistem operasi dan services sistem operasi. Sehingga HIPS bisa memantau dan
menghadang system call yang dicurigai dalam rangka mencegah terjadinya intrusi
terhadap host. HIPS juga bisa memantau aliran data dan aktivitas pada applikasi
tertentu. Sebagai contoh HIPS untuk mencegah intrusion pada webserver misalnya.
Dari sisi security mungkin solusi HIPS bisa mencegah datangnya ancaman
terhadap host. Tetapi dari sisi performance, harus diperhatikan apakah
HIPS memberikan dampak negatif terhadap performance host. Karena menginstall
dan binding HIPS pada sistem operasi mengakibatkan penggunaan resource komputer
host menjadi semakin besar.
2. Network-based Intrusion Prevention
System (NIPS)
Network-based Intrusion Prevention
System (NIPS) tidak melakukan pantauan secara khusus di satu host saja. Tetapi
melakukan pantauan dan proteksi dalam satu jaringan secara global. NIPS
menggabungkan fitur IPS dengan firewall dan kadang disebut sebagai In-Line IDS
atau Gateway Intrusion Detection System (GIDS).
Sistem kerja IPS yang populer yaitu pendeteksian berbasis
signature, pendeteksian berbasis anomali, dan monitoring berkas-berkas pada
sistem operasi host. Sistematika IPS yang berbasis signature adalah dengan cara
mencocokkan lalu lintas jaringan dengan signature database milik IPS yang
berisi attacking rule atau cara-cara serangan dan penyusupan yang sering
dilakukan oleh penyerang. Sama halnya dengan antivirus, IPS berbasis signature
membutuhkan update terhadap signature database untuk metode-metode penyerangan
terbaru. IPS berbasis signature juga melakukan pencegahan terhadap ancaman
intrusi sesuai dengan signature database yang bersangkutan.
Sistematika IPS yang berbasis anomali adalah dengan cara
melibatkan pola-pola lalu lintas jaringan yang pernah terjadi. Umumnya,
dilakukan dengan menggunakan teknik statistik. Statistik tersebut mencakup
perbandingan antara lalu lintas jaringan yang sedang di monitor dengan lalu
lintas jaringan yang biasa terjadi (state normal). Metode ini dapat dikatakan
lebih kaya dibandingkan signature-based IPS. Karena anomaly-based IPS dapat
mendeteksi gangguan terhadap jaringan yang terbaru yang belum terdapat di
database IPS. Tetapi kelemahannya adalah potensi timbulnya false positive,
yaitu pesan/log yang belum semestinya dilaporkan. Sehingga tugas Network
Administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang
merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang
muncul.
Teknik lain yang digunakan adalah dengan cara melakukan
monitoring berkas-berkas sistem operasi pada host. IPS akan melihat apakah ada
percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log.
Teknik ini diimplementasikan dalam IPS jenis Host-based Intrusion Prevention
System (HIPS). Teknik yang digunakan IPS untuk mencegah serangan ada dua, yaitu
sniping dan shunning. Sniping: memungkinkan IPS untuk menterminasi serangan
yang dicurigai melalui penggunaan paket TCP RST atau pesan ICMP Unreachable. Shunning:
memungkinkan IPS mengkonfigurasi secara otomatis firewall untuk drop traffic
berdasar apa yang dideteksi oleh IPS. Untuk kemudian melakukan prevention
terhadap koneksi tertentu.
Referensi :
http://adhifadlilah1489.blog.widyatama.ac.id/2015/12/23/perngertian-fungsi-manfaat-dan-cara-kerja-firewall-pada-jaringan/
Referensi :
http://adhifadlilah1489.blog.widyatama.ac.id/2015/12/23/perngertian-fungsi-manfaat-dan-cara-kerja-firewall-pada-jaringan/
https://rahedy.wordpress.com/2010/06/24/apakah-itrusion-prevention-system-ips/





Tidak ada komentar:
Posting Komentar