Kamis, 16 Agustus 2012


PENGAMATAN STRUKTUR SEL
         A.           Tujuan
                Mengamati berbagai macam struktur sel
B.                  Landasan Teori
                Organisme seluler adalah susunan bagian-bagian tubuh yang berupa kumpulan sel. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robeert Hooke (1655) yang melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Dia melihat ruang-ruang kecil yang disebut sel. Sehingga Robert Brown mengemukakan bahwa sel merupakan suatu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan (protoplasma).
                Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan. Secara struktual, tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel sehingga sel disebut susunan struktual. Secara fungsional , tubuh makhluk hidup dapat menyelenggarakan gerakan kehidupan jika sel penyusunnya itu berfungsi.
                Berdasarkan strukturnya sel dibagi menjadi 2, yaitu prakariotik dan eukariotik. Perbedaan pokok antara sel prakariotik dan eukariotik adalah, sel eukariotik memiliki mambran inti, sedangkan sel prakariotik tidak. Selain itu, sel eukariotik memiliki sistem endomembran seperti retikulum endoplasma, kompleks golgi, mitokondria dan lisosom. Sel eukariotik memiliki sentiol, sedangkan sel prakariotik tidak.
                Sel ada yang sel hidup dan sel mati. Sel hidup adalah sel yang masih melakukan aktifitas didalamnya. Sedangkan sel mati adalah sel yang didalamnya tidak ada tanda-tanda adanya aktifitas.
C.    Alat dan Bahan
                                        1.            Mikroskop
                                        2.            Objek glass dan deg glass
                                        3.            Cutter
                                        4.            Gabus dari batang singkong
                                        5.            Bawang merah
                                        6.            Daun Rhoe discolor
                                        7.            Batang tanaman dikotil (pacar air)
D.    Langkah Kerja
        1. Pengamatan gabus :
                               a.            Menyiapkan gabus singkong.
                              b.            Menyayat gabus secara melintang setipis mungkin kemudian pilih sayatan yang paling tipis.
                               c.            Meletakkan sayatan tersebut ditengah objek glass, kemudian tutup dengan deg glass.
                              d.            Mengamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 4 x 10 (sesuai yang diinginkan).
                              e.            Menggambar penampang gabus dan memberi keterangan.
2. Pengamatan Bawang Merah
                               a.            Menyiapkan bawang merah
                              b.            Melepaskan lapisan siung bawang merah bagian terluar dan patahkan menjadi dua. Ambil selaput tipis (epidermis) yang berwarna ungu.
                               c.            Meletakkan epidermis bawang merah pada objek glass, kemudian tutup dengan deg glass.
                              d.            Mengamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 4x10 (sesuai yang diinginkan).
                              e.            Menggambar penampang epidermis bawang merah dan memberinya keterangan.

3. Pengamatan Epidermis Daun Rhoe discolor
                              a.            Menyiapkan dau Rhoe discolor.
                              b.            Mematahkan daun menjadi dua bagian. Ambil selaput tipis yang berwarna ungu.
                               c.            Meletakkannya pada objek glass, kemudian tutup dengan deg glass.
                              d.            Mengamatinya menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10x10 (sesuai yang diinginkan).
                              e.            Menggambar penampang epidermis daun Rhoe discolor dan memberinya keterangan.

4. Pengamatan Daun Monokotil (Rhoe discolor)
                              a.            Menyiapkan daun Rhoe discolor.
                              b.            Potong melintang daun Rhoe discolor.
                               c.            Meletakkan potongan melintang tersebut pada objek glass, kemudian tutup dengan deg glass.
                              d.            Mengamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 4x10 (sesuai yang diinginkan)
                              e.            Menggambar penampang potongan melintang daun Rhoe discolor dan memberi keterangan.

5. Pengamatan Batang tanaman Dikotil (Pacar air)
                              a.            Menyiapkan batang tanaman pacar air.
                              b.            Memotong melintang batang tanaman pacar air setipis mungkin.
                               c.            Meletakkan potongan tersebut pada objek glass, kemudian tutup dengan deg glass.
                              d.            Mengamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 4x10 (sesuai yang diinginkan).
                              e.            Menggambar penampang potongan melintang tanaman pacar air dan beri keterangan.

E.     Hasil Pengamatan
1. Pengamatan gabus
    Dari hasil pengamatan sel gabus yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :








2. Pengamatan Epidermis Bawang Merah
    Dari hasil pengamatan sel epidermis bawang merah yang diamati dibawah mikroskop,             sebagai berikut :









3. Pengamatan Epidermis Daun Rhoe discolor
    Dari hasil pengamatan sel  Epidermis Daun Rhoe discolor yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :









4. Pengamatan potongan melintang daun monokotil (Rhoe discolor)
     Dari hasil pengamatan sel daun monokotil (Rhoe discolor) yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :






5. Pengamatan batang tanaman dikotil (pacar air)
         Dari hasil pengamatan sel batang tanaman dikotil (pacar air)
 yang diamati dibawah mikroskop, sebagai berikut :






F.     Pembahasan
                        Satuan terkecil dalam tumbuhan adalah sel. Sel dibagi menjadi dua, yaitu sel hidup          dan sel mati. Dalam percobaan kali ini yang mewakili sel hidup adalah epidermis bawang    merah, epidermis Rhoe discolor, daun monokotil, dan batang tanaman dikotil. Sedangkan             gabus umbi kayu mewakili dari sel mati. Oleh karena itu, kami tidak menemukan inti sel     pada pengamatan gabus.
                             Perbedaan antara sel hidup dan sel mati terletak pada struktur dan aktifitas dari               masing-masing sel tersebut. Dalam setiap sel hidup berlangsung proses metabilosme.
                             Di dalam pengamatan, kita bisa melihat struktur-struktur sel, seperti, dinding srl, inti       sel, stomata, sitoplasma dan plastida. Dinding sel tersusun atas plastida. Dinding sel                berperan dalam turgiditas sel. Jika tidak ada dinding sel maka sel-sel tumbuhan mengepis dan bentuk sel berubauh-ubah. Protoplasma, yaitu cairan yang terdapat pada sel. Cairan             yang terdapat diluar sel disebut sitoplasma, sedangkan nukleoplasma, cairan yang terdapat              dalam inti sel.   
                             Plastida, yaitu pigmen warna pada sel. Dalam oengamatan ita dapat menemukan             plastida saat mengamati potongan melintang dau Rhoe discolor dan bawang merah. Sel       tumbuhan memiliki plastida yang berfungsi sebagai pembentuk klorofil, sedangkan hewan              tidak.


G.    Kesimpulan
          Setelah melakukan pengamatan dapat disimpulkan bahwa sel tumbuhan memiliki dinding           sel, inti sel, stomata, plastida dan protoplasma. Pada sel hidup struktur-struktur sel tersebut              berfungsi untuk proses metabolisme. Sedangkan pada sel mati tidak ditemukan inti sel dan protoplasma.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar