Selasa, 04 Oktober 2016

Penerapan Green Computing pada Kehidupan Sehari-hari

A.    Latar Belakang
Pada zaman sekarang ini, seluruh kegiatan manusia tidak lepas dari penggunaan energi listrik. Contohnya adalah penggunaan komputer. penggunaan komputer sangatlah penting untuk menunjang hampir semua kegiatan manusia yang hidup di bumi ini. Penggunaan komputer yang tidak efisien dan tidak sesuai dengan kebutuhan dapat mengakibatkan pemanasan lingkungan dan peningkatan penggunaan energi listrik. Penggunaan komputer tidak hanya pada level personal, melainkan penggunaan komputer juga terdapat di dalam level perusahaan yang berbasis IT. Penggunaan komputer pada level perusahaan ini tentu saja sangat memakan energi yang banyak dan boros.
Dalam hal teknologi informasi yang dapat membantu pengurangan global warming maka teciptalah istilah green computing. Secara umum pengertian green computing  ialah penggunaan komputer secara efektif dan efisien, yaitu meminimalkan penggunaan energi listrik dalam penggunaan komputer. Green computing  merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pemborosan energi, mengurangi penggunaan daya yang berlebihan, memanfaatkan material yang dapat digunakan kembali, dan mengurangi pemakaian bahan-bahan atau material yang tidak ramah lingkungan. Praktik green computing dimaksudkan untuk melakukan pengefesienan dalam pemakaian seumber energi tanpa menganggu sumber daya energi untuk kedepannya.
Mengkaji tentang pentingnya penerapan green computing sangat perlu bagi pengguna teknologi. Selain penghematan energi, praktik green computing dapat dilihat dari sofware, perangka yang digunakan dalam teknologi infomasi. Hal ini tentu dapat mengurangi salah satu faktor global warming yang disebabkan oleh teknologi.

B.     Pengertian Green Computing
Green Computing merupakan studi dan realisasi dalam penggunaan sumber daya komputasi secara efisien serta ramah lingkungan. Komputer tentu telah sangat merusak lingkungan, Produsen komputer telah mencari solusi green untuk membantu melindungi lingkungan dari komputer dan limbah elektronik dengan berbagai cara, Energy Star telah memulai “Green Computing” yaitu gerakan dengan mempertahankan kontrol pada penggunaan bahan beracun, konversi energi yang terbuang oleh komputer seperti mesin pada saat idle (waktu di saat sebuah piranti dalam kondisi statis. Dengan kata lain piranti itu hidup, tetapi tidak dapat dipakai untuk bekerja). Hal ini jelas merupakan upaya untuk menyebar kebutuhan dasar green computing untuk melindungi lingkungan.
Menurut Kaseya (2008, p1) dalam bukunya yang berjudul Green Computing: Using IT Automation to Achieve Energy Efficiency, green computing adalah praktek pelaksanaan kebijakan dan prosedur dengan meningkatkan efisiensi sumber daya komputasi sedemikian rupa untuk mengurangi dampak lingkungan dari pemanfaatannya. Green computing didirikan pada “triple bottom line”, prinsip ini mendefinisikan kesuksesan suatu perusahaan berdasarkan kinerja eknomi, lingkungan dan sosial.

C.     Penerapan Green Computing
Terdapat beberapa penerapan  green computing dalam kehidupan sehari-hari ;
1. Tidak harus selalu membeli komputer baru, gunakan: komputer sewaan,  bekas/refurbished, atau komputer lama yang masih dapat di-upgrade
2.      Selalu mencari solusi software terlebih dahulu
3.      Teliti dalam membeli perangkat, pastikan lulus uji hemat energi dan lingkungan.
4.      Gunakan layar monitor sesuai dengan kebutuhan
5.      Gunakan monitor LCD daripada CRT, karena lebih hemat energi.
6.      Hindari mencetak e-mail atau dokumen elektronik
7.      Gunakan e-mail untuk menggantikan fax dan sirkulasi dokumen
8.      Cetak dokumen yang tidak terlalu penting bolak-balik
9.      Gunakan kertas daur ulang untuk mencetak
10.  Perkecil ukuran font dan spasi
11.  Gunakan printer inkjet daripada laser jet
12.  Matikan komputer/alat-alat lain yang tidak bekerja pada malam hari maupun akhir minggu.
13.  Gunakan remote admin ke server daripada menggunakan monitor.
14.  Optimalisasi penggunaan komputer, minimalkan penggunaan komputer untuk hal-hal yang tidak penting.
15.  Menggunakan PC dan printer dengan merk dan jenis sama memudahkan kanibalisme dan proses recycle
16.  Screen saver is not energy saver. Pilih matikan monitor daripada menggunakan screen saver
17.  Pilih virtualisasi daripada pembelian hardware baru (hemat 70% energi)
18.  Pilih peripheral berlogo energy star
19.  Catat bahwa mode power menentukan prosentase hemat energi (Sleep mode – hemat 70% energi, Standby mode – hemat 90% energi, Hibernate mode – hemat 98% energi)
20.  Jangan cepat membuang PC, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain apabila sudah tidak digunaka
21.  Gunakan power saving setting
22.  Kurangi penggunaan backlight
23.  Atur layar dan harddisk sleep/off setelah beberapa menit tanpa penggunaan

D.    Daftar Pustakan

http://kelompok11totolan.blogspot.co.id/2014/03/penerapan-budaya-green-computing-pada.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar