Selasa, 30 Oktober 2012


Pengamatan Organ dan Sistem Organ Pada Cavia cobaya (Marmut)

         A.                        Tujuan
Mengamati struktur organ dan sistem organ pada Cavia cobaya (marmut).

          B.                        Landasan Teori
            Organ tubuh pada dasarnya merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang menghasilkan satu atau beberapa fungsi. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ yang bisa terlihat dari luar disebut organ luar. Sedangkan organ yang terletak di dalam tubuh disebut organ dalam.
            Di dalam tubuh, sekelompok organ akan melaksanakan suatu fungsi dalam koordinasi tertentu sebagai satu bagian dari sebuah sistem. Pada dasarnya setiap sistem organ memiliki fungsi tertentu. Dalam melaksanakan kerja, sistem tersebut tidak bekerja sendiri, melainkan organ-organ saling bergantung dan saling memengaruhi satu sama lainnya.
            Kerusakan pada salah satu anggota dari suatu sistem organ akan mengganggu fungsi dari sistem organ yang bersangkutan. Bahkan, apabila kerusakan tersebut terjadi pada salah satu sistem organ akan menimbulkan gangguan pada seluruh tubuh. Hal ini karena setiap organ memiliki peran penting, yaitu menyelenggarakan berbagai proses untuk kelangsungan hidup.

           C.                        Alat dan Bahan
Alat :
                              1.            Seperangkat alat bedah
                              2.            Gunting dan cutter
                              3.            Papan bedah
                              4.            Paku
                              5.            Masker
                              6.            Sarung tangan
Bahan :
                              1.            1 ekor marmut
                              2.            Klorofom
         D.                        Langkah Kerja
                              1.            Melakukan pembiusan pada marmut.
                              2.            Meletakkan marmut pada papan dengan posisi terlentang, kemudian paku semua ujung kaki marmut.
                              3.            Menjepit kulit pada bagian perut marmut, kemudian menggunting kulit marmut sampai bagian leher dan bawah.
                              4.            Lakukan pengulitan dengan menggunakan pisau.
                              5.            Memaku kulit marmut yang telah dikuliti agar tidak menghalangi proses pembedahan.
                              6.            Melakukan pengirisan pada otot.
                              7.            Mengamati organ-organ dalam marmut dan mencatan hasilnya.


            E.                        Hasil Pengamatan
Dalam pengamatan dapat terlihat beberapa organ luar dan orgam dalam marmut. Organ luar marmut yaitu ; bulu, telinga, mata, mulut, dan kaki. Sedangkan organ dalam marmut dibagi memjadi dua bagian yaitu bagian dada dan bagian perut. Dalam rongga dada dapat ditemukan 3 organ pentng marmut yaitu, paru-paru berwarna orange, jantung, dan hati. Organ dada dilapisi oleh tulang rusuk. Diantara rongga dada dan rongga perut terdapat sekat yang bernama diafragma. Di dalam rongga perut terdapat ; lambung, usus 12 jari, menyambung dengan usus halus, usus besar yang berisi calon fases, coecum (usus buntu), kandung kemih, ginjal, dan embrio.


            F.                        Pembahasan
            Organ merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang memiliki fungsi tertentu. Dari hasil pengamatan yang dilakukan organ dalam tentu saja bukan sekedar hiasan semata bagi marmut. Bulu-bulu yang terdapat pada marmut berfungsi melindungi bagian dalam marmut, kaki berfungsi sebagai alat berpindah maupun gerak, telinga berfungsi untuk mendengar rangsang dari luar, mata sebagai indra penglihatan, dan mulut sebagai tempat untuk mengunyah makan, didalam mulut terdapat gigi dan lidah. Organ dalam marmut dapat dikatakan organ yang memiliki peranan terpenting untuk kelangsungan hidup marmut.
                              a.            Paru-paru
Paru-paru adalah organ pada sistem respirasi dan berhubungan dengan sistem peredaran darah(sirkulasi) vertebrata yang bernafas dengan udara. Fungsi dari paru-paru adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pluera. Paru-paru dibagi menjadi dua, yaitu kanan dan kiri.
                              b.            Jantung
Jantung merupakan organ yang berfungsi memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh arteri. Jantung memiliki 4 buah ruang berongga. Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah.
                               c.            Hati
Hati berfungsi menyaring darah yang masuk dari bahan-bahan beracun. Selain itu hati juga berfungsi merubah amonia menjadi urea.
                              d.            Lambung
Lambung merupakan tempat dihancurkannya makanan yang masuk ke dalam perut. Dinding lambung tersusun atas empat lapisan yaitu Mucasa, Subcasa, Muscularis, dan Serosa. Di bagian didinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera makanan secara reflelks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asal lambung, pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzin pepsinogen menjadi renin.

                              e.            Usus 12 jari.
Usus 12 jari adalah usus bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung
 Dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagia usus 12 jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bilbo duodenale dan berakhir di ligamentum treitz.
                                f.            Usus halus.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus bersifat kimiawi. Berbagai  macam enzim diperlukan untuk melakukan proses kimiawi tersebut.
                              g.            Usus besar.
Usus besar terdiri dari caecum, usus tebal (calon), dan poros usus (rectum). Caecum adalah kantung kecil, di ujungnya terdapat umbai kecil yang menggantung dan disebut usus buntu (appendix).
                              h.            Usus buntu.
Pada mamalia pemakan rumput, usus buntu menunjukkan peranan yang cukup penting, sebab mengandung mikroorganisme untuk menghancurkan selulosa bahan tanaman berserat.
                                i.            Kandung kemih
Kandung kemih adalah organ yang mengumpulkan air kencing yang dikeluarkan oleh ginjal sebelum dibuang. Air kencing memasuki kandung kemih lewat saluran ureter dan keluar lewat uretra.
                                j.            Ginjal.
Ginjal adalah organ ekskresi yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
                               k.            Embrio.
Dalam pengamatan kami menemukan embrio yang sudah cukup besar. Tidak seperti biasanya, pada marmut terdapat 2 embrio, kami hanya menemukan 1 embrio. Hal ini  cukup membuktikan bahwa marmut berjenis kelamin bentina.


         G.                        Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan dapat disimpulkan bahwa setiap organ luar maupun dalam memiliki fungsinya sendiri-sendiri dan dibantu oleh organ-organ lain. Yang merupakan organ luat yaitu, bulu, telinga, mata, mulut, dan kaki. Sedangkan yang termasuk organ dalam, lambung, usus 12 jari, menyambung dengan usus halus, usus besar yang berisi calon fases, coecum (usus buntu), kandung kemih, ginjal, dan embrio.

         H.                        Dokumentasi




persiapan pembedahan

 mulai pembedahan

 proses pengulitan

 setelah pengulitan 

 pemotingan otot

 tampak organ dalam

 narsisnya kelompok praktikum

 1 2 3...

 jepret...

 cekrik....

anak IPA 

                I.                        Daftar Pustaka
          Syamsuri, Istamar. Kurikulum 2004. Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga

Sabtu, 13 Oktober 2012


Menentukan Perubahan Entalpi Reaksi
          A.                        Tujuan :
Siswa dapat mengetahui perubahan entalpi reaksi pada suatu larutan dengan melakukan percobaan.
           B.                        Alat dan Bahan
Alat :
                                          1.  Termometer
                                          2.  Bejana plastik
                                          3. Silinder ukur
Bahan:
                                          1.     Larutan NaOH                                 :50 cm3
                                          2.     Larutan HCL                     : 50 cm3

           C.                        Landasan Teori
                Kalor reaksi dapat ditentukan melalui percobaan yaitu dengan alat yang disebut kalorimeter. Proses pengukurannya disebut kalorimetri. Kalorimeter yaitu tidak adanya  pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter atau yang biasa disebut sistem terisolasi. Dengan demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi di dalam kalorimeter, tidak ada yang terbuang ke luar kalorimeter. Dengan mengukur kenaikan suhu di dalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus:

qlarutan = m c ΔT
dan
qkalorimeter = C ΔT

keterangan:
q             = jumlah kalor
m            = masa air (larutan) di dalam kalorimeter
c              = kalor jenis air (larutan) di dalam kalorimeter
C              = kapasitas kalor dari kalorimeter
ΔT           = kenaikan suhu larutan (kalorimeter)

                Oleh karena itu tidak ada kalor yang terbuang ke luar lingkungan, maka kalor reaksi sama dengan kalor yang deserap oleh larutan dan kalorimeter, tetapi tandanya berbeda :
qreaksi  = -(qlarutan + qkalorimeter)
                kalorimeter sederhana terbuat dari bahan plastik. Plastik merupakan bahan nonkonduktor, sehingga jumlah kalor yang serap atau berpindah ke lingkungan dapat diabaikan. Jika suatu reaksi berlangsung secara eksoterm maka kalor sepenuhnya akan deserap oleh larutan di dalam gelas. Sebaliknya, jika reaksi belangsung tergolong endoterm, maka kalor itu diserap dari larutan di dalam gelas. Jadi, kalor reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap atau yang dilepaskan larutan, sedangkan kalor yang diserap atau yang dilepaskan larutan. Sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan
qreaksi = -qlarutan


         D.                        Cara Kerja
                       1.     Memasukkan 50 cm3 larutan NaOH 1 M ke dalam bejana plastik. Mengaduk larutan NaOH kemudian mengukur suhunya sampai 5 kali pengukuran dengan termometer dan mencatat hasilnya.
                       2.     Membersihkan bejana plastik dengan air hingga bersih dan menetralkan termometer.
                       3.     Memasukkan 50 cm3 larutan HCL ke dalam bejana plastik. Mengaduk larutan HCL kemudian mengukur suhunya sampai 5 kali pengukuran dengan termometer dan mencatat hasilnya.
                       4.     Menetralkan termometer.
                       5.     Mencampurkan larutan NaOH dan HCL ke dalam bejana plastik. Mengaduk beberapa saat, kemudian mengukur suhu larutan campuran tersebut hingga 5 kali menggunakan termometer dan mencatat hasilnya.

            E.                        Data Pengamatan

Larutan
Suhu awal
Rata-rata suhu awal
Suhu campuran
HCL
31 ° C
to1 = 31
31
31 ° C
35
31 ° C
36
31 ° C
36
31 ° C
36
NaOH
31  C
t02= 33,6
Rata-rata suhu campuran
32  C
ta = 34,8  C
34  C
35  C
36  C

            F.                        Pembahasan
                Dalam percobaan ini, untuk mengetahui energi yang berpindah ke lingkungan agar suhu larutan hasil reaksi turun menjadi suhu akhir kita harus mencari perubahan suhu kedua larutan tersebut, dengan cara :
Δt =ta - 
Δt =34,8° C -
Δt=34,8° C – 32,3° C
Δt=2,5 ° C
Setelah diketahui perubahan suhu, maka energi yang berpindah dengan masa 100 gram dan kalor jenisnya 4,2 gram/ cm3 yaitu :
Q = m c Δt
Q = 100 . 4,2 . 2,5
Q = 1050 J
Q = 1.05 KJ
                Qreaksi = -Qlarutan
Maka Qlarutan = - 1,05 KJ
                                Untuk mencari jumlah mol NaOH dalam 50 cm3  larutan 1 M dan jumlah mol HCl dalam 50 cm3 larutan HCL 1M yaitu :
Mol = Molaritas (M) . Volume
                                a.      Jumlah mol pada NaOH :
                                Mol = 1 . 0,05
                                Mol = 0,05
                               b.      Jumlah mol pada HCL :
Mol = 1 . 0,05
Mol = 0,05

Perubahan entalpi (ΔH) per mol H2O yang terbentuk pada reaksi yaitu :
ΔH =

ΔH =

ΔH = -21 KJ/m

                                Dalam percobaan dapat dituliskan sebuah reaksi :
NaOH + HCL → NaCl + H2O


         G.                        Kesimpulan
                Dalam pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah larutan NaOH dan HCl dicampur mengalami perubahan suhu dan terdapat energi yang berpindah. Kalor reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap atau yang di lepaskan larutan, sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan.
                Qreaksi = -Qlarutan
         H.                        Dokumentasi
(maaf tidak menyertakan foto karna foto milik pribadi)

                I.                        Daftar Pustaka
Purba, Michael. Kurikulum 2004. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

*tinggalkan pesan, kritik maupun saran untuk kebaikan blog ini selanjutnya (sedang dalam pembelajaran) :D

Senin, 17 September 2012


Mengenal Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
         A.                        Tujuan :
 Siswa dapat mengetahui reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dengan melakukan percobaan.

          B.                        Alat dan Bahan
Alat :
                                          1. Tabung reaksi                    : 6 buah
                                          2. Rak tabung reaksi           
                                          3. Termometer                      : 1 buah
                                          4. Beker gelas                       : 1 buah
Bahan :
                                          1.  Serbuk NaOH
                                          2. Pupuk Urea
                                          3. Batu kapur
                                          4. Larutan Hcl
                                          5. Logam magnesium
                                          6. Akuades

           C.              Landasan Teori

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor, sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Oleh sebab itu pada reaksi eksoterm kalor mengalir dari sistem ke lingkungan, dan pada reaksi endoterm kalor yang mengalir dari lingkungan ke sistem.
Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi, maka entalpi sistem bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR). Akibatnya, perubahan entalpi (ΔH), yaitu selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp – HR) bertanda positif. Dan dapat disimpulkan dengan rumus : ΔH = Hp – HR > 0.
Sebaliknya, pada reaksi eksoterm, sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Maka, perubahan entalpinya bertanda negatif. Dan dapat disimpulkan dengan rumus : ΔH = Hp- HR < 0.

         D.                        Prosedur Kerja

                       1. Mengambil tabung reaksi dan memasukkan 3 gram serbuk NaOH.
                       2. Mengukur suhunya dengan termometer.
                       3. Menambahkan 10ml akuades kemudian mengukur suhunya.
                       4. Melakukan hal yang sama untuk pupuk urea, batu dan kapur, dan serbuk.
                       5. Mencatat hasil pengamatan yang kami peroleh.

            E.                        Data Pengamatan

No
Zat
Suhu Awal
Suhu Akhir
1
NaOH dan akuades
35
57
2
Pupuk urea dan akuades
30
19
3
            Batu kapur dan akuades  
33
32
4
Logam magnesium dan Hcl
31
35

            F.                        Pembahasan

                Di dalam percobaan kami menemukan 2 buah zat yang sifatnya berbeda, yaitu eksoterm dan endoterm. Yang bersifat eksoterm yaitu pada pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades. Sedangkan yang bersifat endoterm yaitu pada NaOH yang ditambahkan dengan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan dengan Hcl.
                Pupuk urea yang ditambahkan akuades bersifat eksoterm karena dalam percobaan terlihat bahwa zat tersebut sistem melepas kalor yang mengakibatkan suhu akhir menjadi 19 yang pada mulanya bersuhu 30. Sama halnya dengan pupuk urea dan akuades, dalam percobaan batu kapur yang ditambahkan dengan akuades zat mengalami pelepasan suhu dari suhu 33 menjadi 32. Artinya, kedua zat tersebut mengalami penurunan zat dari suhu awal ke suhu akhir dan dapat dikatakan entalpi sistem berkurang atau entalpi produk (HP) lebih kecil daripada entalpi pereaksi (HR).
                Pada NaOH yang ditambahkan dengan akuades bersifat endoterm karena zat tersebut sistem menyerap energi, sehingga menimbulkan suhu yang mulanya 35 naik menjadi 57. Dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl juga mengalami endoterem, mengakibatkan suhu yang mulanya 31 menjadi 35. Dalam kejadian tersebut, dikatakan entalpi sistem bertambah atau entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR).

         G.                        Kesimpulan

                Zat yang mengalami eksoterm yaitu pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades. Pada zat tersebut sistem melepaskan kalor (entalpi berkurang) maka suhu akhir menjadi turun.
                Zat mengalami endoterm yaitu NaOH yang ditambahkan dengan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl. Pada zat tersebut sistem meyerap kalor (entalpi bertambah) maka suhu akhir menjadi naik.

         H.                        Responsi
                       1.     Zat manakah yang mengalami kenaikan atau penurunan suhu?
   Jawab : 
                                                        a. Kenaikan : NaOH yang ditambahkan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl
                                                        b. Penurunan : pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades
                       2.     Zat mana yang termasuk reaksi eksoterm?
Jawab : pupuk urea yang ditambahkan akuades dan batu kapur yang ditambahkan akuades.
                       3.     Zat mana yang termasuk reaksi endoterm?
Jawab : NaOH yang ditambahkan akuades dan logam magnesium yang ditambahkan Hcl.
                       4.     Tuliskan rumus kimia masing-masing zat yang digunakan dalam percobaan ini!
Jawab  :
                                                          a.   NaOH                                        : Natrium hidroksida
                                                          b.   Pupuk urea                             : CO (NH2)2
                                                           c.   Batu kapur                              : CaCO3
                                                          d.   Hcl                                                              : asam klorida
                                                          e.   Logam magnesium              : Mg
                                                           f.   Akuades                                  : air
                     5.       Buatlah kesimpulan untuk membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm!
Jawab : reaksi eksoterm yaitu reaksi yang melepas kalor, sehingga suhu menjadi turun. Sedangkan reaksi endoterm yaitu reaksi menyerap kalor, sehingga suhu menjadi naik.

I.       Dokumentasi







J.       Daftar pustaka
          Purba, Michael. Kurikulum 2004. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.