Pengamatan Organ dan Sistem Organ Pada Cavia cobaya (Marmut)
A.
Tujuan
Mengamati struktur organ dan sistem
organ pada Cavia cobaya (marmut).
B.
Landasan Teori
Organ
tubuh pada dasarnya merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang menghasilkan
satu atau beberapa fungsi. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan
menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ yang bisa terlihat
dari luar disebut organ luar. Sedangkan organ yang terletak di dalam tubuh
disebut organ dalam.
Di
dalam tubuh, sekelompok organ akan melaksanakan suatu fungsi dalam koordinasi
tertentu sebagai satu bagian dari sebuah sistem. Pada dasarnya setiap sistem
organ memiliki fungsi tertentu. Dalam melaksanakan kerja, sistem tersebut tidak
bekerja sendiri, melainkan organ-organ saling bergantung dan saling memengaruhi
satu sama lainnya.
Kerusakan
pada salah satu anggota dari suatu sistem organ akan mengganggu fungsi dari
sistem organ yang bersangkutan. Bahkan, apabila kerusakan tersebut terjadi pada
salah satu sistem organ akan menimbulkan gangguan pada seluruh tubuh. Hal ini
karena setiap organ memiliki peran penting, yaitu menyelenggarakan berbagai
proses untuk kelangsungan hidup.
C.
Alat dan Bahan
Alat :
1.
Seperangkat
alat bedah
2.
Gunting
dan cutter
3.
Papan
bedah
4.
Paku
5.
Masker
6.
Sarung
tangan
Bahan :
1.
1
ekor marmut
2.
Klorofom
D.
Langkah Kerja
1.
Melakukan
pembiusan pada marmut.
2.
Meletakkan
marmut pada papan dengan posisi terlentang, kemudian paku semua ujung kaki
marmut.
3.
Menjepit
kulit pada bagian perut marmut, kemudian menggunting kulit marmut sampai bagian
leher dan bawah.
4.
Lakukan
pengulitan dengan menggunakan pisau.
5.
Memaku
kulit marmut yang telah dikuliti agar tidak menghalangi proses pembedahan.
6.
Melakukan
pengirisan pada otot.
7.
Mengamati
organ-organ dalam marmut dan mencatan hasilnya.
E.
Hasil Pengamatan
Dalam pengamatan dapat terlihat
beberapa organ luar dan orgam dalam marmut. Organ luar marmut yaitu ; bulu,
telinga, mata, mulut, dan kaki. Sedangkan organ dalam marmut dibagi memjadi dua
bagian yaitu bagian dada dan bagian perut. Dalam rongga dada dapat ditemukan 3
organ pentng marmut yaitu, paru-paru berwarna orange, jantung, dan hati. Organ
dada dilapisi oleh tulang rusuk. Diantara rongga dada dan rongga perut terdapat
sekat yang bernama diafragma. Di dalam rongga perut terdapat ; lambung, usus 12
jari, menyambung dengan usus halus, usus besar yang berisi calon fases, coecum
(usus buntu), kandung kemih, ginjal, dan embrio.
F.
Pembahasan
Organ
merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang memiliki fungsi tertentu. Dari
hasil pengamatan yang dilakukan organ dalam tentu saja bukan sekedar hiasan
semata bagi marmut. Bulu-bulu yang terdapat pada marmut berfungsi melindungi
bagian dalam marmut, kaki berfungsi sebagai alat berpindah maupun gerak,
telinga berfungsi untuk mendengar rangsang dari luar, mata sebagai indra
penglihatan, dan mulut sebagai tempat untuk mengunyah makan, didalam mulut
terdapat gigi dan lidah. Organ dalam marmut dapat dikatakan organ yang memiliki
peranan terpenting untuk kelangsungan hidup marmut.
a.
Paru-paru
Paru-paru
adalah organ pada sistem respirasi dan berhubungan dengan sistem peredaran
darah(sirkulasi) vertebrata yang bernafas dengan udara. Fungsi dari paru-paru
adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Paru-paru
dibungkus oleh selaput yang disebut pluera. Paru-paru dibagi menjadi dua, yaitu
kanan dan kiri.
b.
Jantung
Jantung
merupakan organ yang berfungsi memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh
arteri. Jantung memiliki 4 buah ruang berongga. Pada saat berdenyut setiap
ruang jantung mengendur dan terisi darah.
c.
Hati
Hati
berfungsi menyaring darah yang masuk dari bahan-bahan beracun. Selain itu hati
juga berfungsi merubah amonia menjadi urea.
d.
Lambung
Lambung
merupakan tempat dihancurkannya makanan yang masuk ke dalam perut. Dinding lambung
tersusun atas empat lapisan yaitu Mucasa, Subcasa, Muscularis, dan Serosa. Di
bagian didinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang
menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera makanan secara
reflelks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asal
lambung, pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh
mikroorganisme dan mengaktifkan enzin pepsinogen menjadi renin.
e.
Usus
12 jari.
Usus 12
jari adalah usus bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung
Dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum).
Bagia usus 12 jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari
bilbo duodenale dan berakhir di ligamentum treitz.
f.
Usus
halus.
Pencernaan
makanan yang terjadi di usus halus bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk melakukan proses
kimiawi tersebut.
g.
Usus
besar.
Usus
besar terdiri dari caecum, usus tebal (calon), dan poros usus (rectum). Caecum
adalah kantung kecil, di ujungnya terdapat umbai kecil yang menggantung dan
disebut usus buntu (appendix).
h.
Usus
buntu.
Pada
mamalia pemakan rumput, usus buntu menunjukkan peranan yang cukup penting,
sebab mengandung mikroorganisme untuk menghancurkan selulosa bahan tanaman
berserat.
i.
Kandung
kemih
Kandung
kemih adalah organ yang mengumpulkan air kencing yang dikeluarkan oleh ginjal
sebelum dibuang. Air kencing memasuki kandung kemih lewat saluran ureter dan
keluar lewat uretra.
j.
Ginjal.
Ginjal
adalah organ ekskresi yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin,
ginjal berfungsi menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dengan
air dalam bentuk urin.
k.
Embrio.
Dalam
pengamatan kami menemukan embrio yang sudah cukup besar. Tidak seperti
biasanya, pada marmut terdapat 2 embrio, kami hanya menemukan 1 embrio. Hal
ini cukup membuktikan bahwa marmut
berjenis kelamin bentina.
G.
Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan dapat
disimpulkan bahwa setiap organ luar maupun dalam memiliki fungsinya
sendiri-sendiri dan dibantu oleh organ-organ lain. Yang merupakan organ luat
yaitu, bulu, telinga, mata, mulut, dan kaki. Sedangkan yang termasuk organ
dalam, lambung, usus 12 jari, menyambung dengan usus halus, usus besar yang
berisi calon fases, coecum (usus buntu), kandung kemih, ginjal, dan embrio.
H.
Dokumentasi
persiapan pembedahan
mulai pembedahan
proses pengulitan
setelah pengulitan
pemotingan otot
tampak organ dalam
narsisnya kelompok praktikum
1 2 3...
jepret...
cekrik....
anak IPA
I.
Daftar Pustaka
Syamsuri, Istamar. Kurikulum 2004. Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta :
Erlangga










