Menguji Asam Basa Dengan Indikator Alami dan Sintesis
A. Tujuan
Siswa dapat
mengetahui larutan asam, basa dan netral dengan mengunakan indikator alami dan
sintesis.
B. Alat dan Bahan
Alat :
1. Plat
tetes :
2 buah
2. Pipet :
2 buah
3. Backer
glas :
4 buah
4. Mortal :
1 buah
5. Alu :
1 buah
6. Tabung
reaksi :
3 buah
7. Rak
tabung reaksi
Bahan
:
1.
Larutan kunyit
2.
Ekstrak bunga sepatu
3.
Air
4.
Hcl
5.
Aquades
6.
NaOH
7.
H2SO4
8.
Penolptalien
9.
Metil Red
10. Biometilen
biru
11. Larutan jeruk
12. Minuman
kemasan (Ale-ale)
13. Air
sabun
14. Air
gula
15. Air
sumur
16. Air
kapur
17. Air
sungai
18. Larutan garam
19. Air
kelapa
20. Lakmus biru
21. Lakmus
merah
22. Indikator
universal
C.
Landasan Teori
Asam dan basa merupakan dua golongan zat
kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sifat asam
adalah rasanya yang masam. Kita juga mengenal berbagai zat yang kita golongkan
sebagai basa. Salah satu sifat basa yaitu dapat melarutkan lemak.
Sifat asam-basa dari suatu larutan juga
dapat ditunjukan dengan mengukur pH-nya. pH adalah suatu parameter yang
digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH
lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7, sedangkan
untuk larutan netral memiliki pH=7.
Pengertian asam menurut Arrthenius yaitu
zat yang dalam air melepas ion H+. Dengan kata lain, pembawa sifat
asam adalah ion H+. Sedangkan basa adalah senyawa yang dalam air
dapat menghasilkan ion OH-. Jadi pembawa sifat basa adalah ion OH-.
Untuk menyederhanakan penulisan, Sorensen
mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+, yaitu
sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+. Atau secara rumus
: pH = -log (H+).
Dalam menguji kandungan asam-basa suatu
zat atau larutan dibutuhkan indikator asam-basa. Indikator asam-basa yaitu
zat-zat warna yang dapat memperlihatkan warna berbeda dalam larutan yang
bersifat asam dan dalam larutan yang bersifat basa.
D.
Langkah kerja
1. Menyiapkan
alat dan bahan.
2. Menuangkan
larutan penguji kedalam plat tetes.
3. Menambahkan
zat yang akan diuji kedalam larutan penguji kedalam plat tetes.
4. Mengamati
perubahan warna yang terjadi yang terjadi.
5. Mencatat
perubahan warna.
6. Menentukan
pH dan sifat zat.
E.
Pembahasan
Dalam percobaan kali ini saya menggunakan
dua indikator, yaitu indikator alami dan buatan. Indikator alami yang digunakan
yaitu larutan kunyit dan bunga sepatu. Sedangkan indikator buatan yaitu
PP(penolptalien), metil red, lakmus
merah, lakmus biru, indikator universal, dan biometilen biru. Sedangkan larutan-larutan yang diuji yaitu
air jeruk, minuman ale-ale, larutan sabun, larutan gula, air sumur, air kapur,
air hujan, H2SO4, air garam, air kelapa, NaOH, Hcl, dan
aquades.Setelah melakukan pengamatan saya dapat menyimpulkan bahwa larutan yang
saya uji tersebut bersifat asam atau basa.
Semua larutan yang diuji apabila dicampur
dengan indikator penguji alami maupun buatan mengalami perubahan warna yang
sesuai kriteria asam basa dapat disimpulkan sifat larutan tersebut. Jika
perubahan warna menunjukan pH 1-7 maka
larutan bersifat asam. Apabila pH 7- 14 maka larutan bersifat basa. Sedangkan
larutan bersifat netral memiliki pH 7.
Setelah kami melakukan
percobaan seperti yang tercantum pada langkah kerja, dari masing-masing larutan
yang sudah diuji diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Jeruk
Pada larutan ini, setelah diuji
dengan menggunakan larutan penguji Kunyit, Bunga, PP, Meti Red, Lakmus merah,
lakmus biru, indikator universal, dan Biometlen Biru, hasilnya berturut-turut
yakni menunjukkan warna kuning, merah, kuning kehijauan, merah, merah, kuning,
kuning, kuning. Dari hasil tersebut dapat diketahui nilai pH nya yaitu 4.
Menurut teori yang ada air jeruk termasuk dalam golongan larutan asam yang
memiliki pH <7, dan hasil pengujian yang kami lakukan menunjukkan pH 4, yang
berarti hasil sudah sesuai dengan teori yang ada.
b. Minuman (Ale-ale)
Minuman ale-ale diuji dengan
indikator yang sama menunjukkan hasil sebagai berikut, kuning, merah, merah,
merah, merah, merah, merah, dan merah. Hal tersebut menunjukkan bahwa minuman
ale-ale memiliki pH 1 yang berarti bersifat asam.
c.
Air sabun
Saat menguji sifat asam basa air sabun dengan indikator
yang sama dengan larutan jeruk, perubahan warna yang didapat yaitu, merah,
merah muda, tidak berubah, biru, biru, netral, biru, dan biru. Saat dicampur
dengan larutan kunyit berubah warna menjadi merah, hal tersebut dikarenakan
warna dasar dari kunyit sendiri sangat pekat orange. Maka apabila ditambah
dengan air sabun menjadi merah. Dan ketika diuji dengan bunga sepatu merah perubahan warna merah muda dal tersebut
kemungkinan karena warna dasar dari bunga tersebut merah. Dari data yang
diperoleh menunjukkan bahwa sabun bersifat basa dengan jumlah pH 9.
d.
Air kapur
Menguji air kapur dengan indikator yang sama didapatkan
hasil perubahan warna saat dicampur dengan larutan kunyit yaitu berubah menjadi
merah. sedangkan untuk indikator yang lainnya tidak mengalami perubahan
warna. Dari data tersebut maka air kapur
bersifat netral yang memiliki pH 7.
e.
Air sungai
Ketika melakukan uji asam basa pada air sugai tidak ada
perubahan warna yang terjadi. Hal tersebut dikarenakan air sungai bersifat
netral dan memilki pH 7.
f.
Air garam
Sama halnya dengan pengujian air sungai, air garam yang
diuji dengan indikator yang sama tidak mengalami perubahan warna. pH dari air
garam ini yaitu 7 dan bersifat netral.
g.
Air kelapa
Air kelapa yang diuji dengan indikator yang sama dengan
sebelumnya menunjukkan sifat dari air
kelapa adalah netral. Hal tersebut dikarenakan tidak terjadinya perubahan warna
yang terjadi. Dan dinyatakan pH dari air kelapa adalah 7.
h.
Air gula
Air gula yang selama ini kita konsumsi sehari-hari tidak
menunjukkan bersifat asam atau basa setelah diuji dengan indikator yang sama
dengan larutan lainnya. Saat menguji tidak ditemukan perubahan warna yang
terjadi, maka air gula dikatakan netral
yang memiliki ph 7.
i.
Aquades
Melakukan uji asam basa pada aquades menunjukan hasil
yang sama dengan air gula. Tidak ada perubahan warna yang terjadi setelah
aquades dicampur dengan indikator yang digunakan. Hal tersebut menunjukkan
aquades bersifat netral.
j.
NaOH
Dilihat dari rumus kimia NaOH, sudah tampak bahwa NaOH
bersifat basa. Kandungan OH didalamnya sangat mempengaruhi sifat basa. Hal
tersebut terbukti setelah dilakukan uji larutan dengan indikator kunyit, bunga,
metil red, dan biometlen biru,
menunjukkan perubahan warna berturut-turut sebagai berikut, biru, hijau,
hijau, biru, dan merah. saat diuji dengan biometlen biru berubah menjadi merah
dikarenakan warna dasar biometlen biru ini biru, maka perubahan warnanya merah
dan bersifat basa dengan pH rata-rata 9.
k.
H2SO4
Menguji H2SO4 dengan indikator yang sama
dengan indikator yang digunakan untuk NaOH menunjukkan hasil perubahan warna
berturu-turut yaitu, merah, merah, merah muda, merah, dan kuning. Dari data
tersebut pH rata-rata yaitu 3, maka larutan ini bersifat asam.
F.
Kesimpulan
Dari
percobaan yang dilakukan dengan indikator kunyit, bunga, PP, metil reb, lakmus
merah, indikator universal, lakmus biru, dan biometlen biru, kami dapat
menyimpulkan bahwa :
a. Larutan
yang bersifat asam : jeruk, minuman
ale-ale, HCl, dan H2SO4.
b. Larutan
yang bersifat basa : air sabun dan NaOH
c. Larutan
yang bersifat netral yaitu : air garam, air kelapa, air sungai, aquades, air
kapur, dan air gula.
G. Dokumentasi
![]() |
| pembuatan ekstrak bunga sebagai indikator |
![]() | |||
| saat melakukan pengujian |
H.
Daftar Pustaka
Purba,
Michael. Kurikulum 2004. Kimia Untuk SMA
Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
http://dinaseptember.blogspot.com/2012/04/perhitungan-ph-larutan-dengan-beberapa.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar